Anie
Tiga kata yang terangkai menjadi namaku , hadiah dari kedua orang tuaku, membuat varian panggilan dan penggolongan pertemanan. Sempat bersekolah di TK, hanya karena melihat enaknya belajar kala mengantar kakak ke sekolahnya. Lingkungan TK menyapaku sesuai dengan panggilan rumah, ‘anie’ begitu kemudian aku menandai kalau ada yang memanggil dengan nama anie (ani), itu berarti teman TK.
Memasuki lingkungan SD, wali kelasku yang mengubah panggilan ku, menyesuaikan dengan nama depanku, ‘partinah’, demikian aku menikmati panggilan itu selama kurang lebih 6 tahun. Teman SMP kemudian memanggil P. Nanik, teman SMF menyukai panggilan SD. Dan rekan kerja serta teman kuliah bernostalgia dengan panggilan TK, Tapi aku sendiri juga lebih menyukai panggilan ‘ anie (ani)’
Lahir dan besar di Jakarta, dan selama 27 tahun itu aku tak juga beranjak dari timur Jakarta, berdarah Jawa, karena itulah asal kedua ortang tuaku, Sukoharjo - Wonogiri. Berbahasa Jawa, sedikit dan itupun ‘ngoko’, karena di rumah masih dibiasakan.
Melewati masa - masa menyenangkan di SD Cawang, SMP 49 dan SMF Negri dan berkesempatan kuliah di kampus yang berlokasi di Lenteng Agung.
Lama berkutat di dunia obat, menjadi praktisi lapangan dan layanan informasi medis (njelimet ; kerja di apotik), sekarang kebetulan kerja di media, jadi kuli tinta di majalah kesehatan yang kurang popular, karena hanya untuk komunitas saja.
Anak ke-2 dari 4 bersaudara, tapi ceweknya ditengah, atau istilah jawanya ‘dua sendang kapit pancuran’ (karena umumnya istilah itni buat 3 bersaudara, yang diapit), tapi gak papa lah, aku suka menyebutnya, begitu,
Dan, itulah, sedikit tentang Partinah Nanik Suharni, tapi, panggil aja ‘ani’
