Tugas Ke Bali
Pertama dapat kabar kalau bakal ada tugas ke luar kota, aku berharap. Tetapi sampai 2 minggu sebelum keberangkatan, nama-nama yang bakal pergi masih belum diumumin bos.
Tadinya aku gak berharap, lantaran aku memang bukan di postkan untuk di tugaskan ke Bali. Tapi karena ada satu dan beberapa hal satu temanku yang harusnya ke Bali batal, dan akulah yang menggantikannya,.. cihui,..
Bayangan sebelum jalan, aku gak bakal kerepotan banget dengan tugas liputan luar kota ini dan masih tersisa banyak waktu untuk jalan-jalan dan belanja. Pertama cari tahu dulu tentang Bali, dan tempat – tempat yang mungkin gak jauh dari penginapan dan bisa dikunjungi. Lupa, kalau yang terpenting adalah bekal data sebelum liputan. Akibatnya, rusuh sampai sana (6 sept malam), dan gak bisa baca medan dan situasinya.
Banyak banget nasib baik ketika aku di Bali, karena tugas liputan acara RCD tgl 13 Sept belum ada data-datanya. Aku mesti menghubungi panitia di Udayana yang lumayan jauh dan terukur mahal dengan argo taksi dari Nusa Dua. Untungnya, di Acara Anti Aging ada praktisi kesehatan Udayana yang bisa dijadikan penghubung ke panitia acara RCD. Beruntung ada Dian, panitia yang mengenalkan aku ke dokter Wiraguna, panitia lokal RCD.
Lanjutnya, berhubungan dengan beliau, minta di fax-in surat dari Jakrta, dah dapat izin liputan deh. Sisa hari udah tinggal ngerjain tugas dan balik ke Jakarta tgl 15 sore. Rampung, besok lagi aku ingat bekal utama, liputan luar kota adalah persiapan data dan energi untuk hal-hal yang gak diperhitungkan sebelum jalan.
