keong mas

June 14, 2006

Godaan Jojoba

Filed under: Personal

Sejak mulai kerja di akhir 97, aku tuh berasa kalau dengan posisi single, banyak dimintakan tolong (kalau gak boleh bilang dimanfaatin teman). Mulai dari bertukar shift, subtitusi libur sampai dimintakan izin dan permohonan pertolongan juga urusan pinjam doku. Ya, cuma karena masih single dan belum banyak urusan, dalih mereka.

Dan yang lebih personal buat seorang single pasti masalah pasangan. Di tiga tahun awal pekerjaan, gak terlalu jadi masalah. Tepis aja pertanyaan dan pernyataan mitra kerja kita itu dengan alasan masih studi, belum berpikir jauh dan berasa muda. Tapi di akumulasi tahun berikutnya rasanya jurus itu kurang begitu jitu.

Kalau bisa di set tentunya, sudah bekerja, rampung kuliah pastinya juga ingin ada pasangan yang tepat. Namun ternyata menemukan pasangan yang tepat perlu sejumlah evaluasi. Bukan bermaksud pasang kriteria, meski masing – masing orang yang sesimple apapun juga pasti memasang sedikit kriteria. Contohnya, seagama, sudah berpenghasilan, kepibadian dan kecenderungan yang sama (masalah visi n misi hidup, mungkin ya). Lepas itu relatif dan bisa di nego, contoh : suku, fisik, karakter, dll kali yaa!!

Kriteria simple tadi dimaksudkan, dalam upaya mencari kecocokkan untuk partner sejati, sekali seumur hidup, insya Allah, kan maunya !! Iyalah, gak ada orang berencana untuk bercerai dengan pasangannya kan ??

Oh, balik lagi ke masalah single, ditambah tahun berikutnya masalah pasangan lebih dari masalah personal tapi berkembang jadi masalah sensitif ! Wah, kayaknya gak bisa ngelihat teman lain duluan ngundang (ya, kan ?) jadi panas, protes, (nangis ; eh, nggak terlalu sih!). Marah, kalo coba dicomblangin dan kebetulan gak resep di hati. Kalau dah begini mau marah (salah), mau ngomong kasar (takut tulahnya), abis katanya kalo jadi cewek gak boleh kasar2 ntar bisa kualat!! Simalakama banget, mau nolak tapi gak boleh frontal caranya.

Tapi gak ada yang nyakitin (setahu aku) u/ ledekan “Jadi lo belum pernah apa-apain organ reproduksi elo, tuh, selain periode bulanan dan berkemih?” Wah, kalo dah gitu berat deh, nimpalinnya. Meski sebenarnya mereka (tmn2) mungkin maksudnya mengingatkan agar tak terlena, berlama - lama dengan posisi single ini. Jawabnya, mudah-mudahan bila kesampaian jodoh nanti, aku cukup maksimal dan puas dengan fungsi yang tepat dan halal kala itu memang harus digunakan. Kalau menikah itu Surga Dunia, dan pasangan adalah belahan jiwa, maka aku yakini untuk menggapai surga dunia itu bukan perkara mudah dan memerlukan kesabaran dan ketahanan mental tuk jelang kebahagiaan, ciee !!

(Ani)–

Frankly speaking, we are not trying to ask you to be in the good way…but..sometimes being naughty is important. As you are the one here, (we think) that never ‘have a taste’ dugem world….come on…we are trying to make seduction to your way of life…(huahahahahahah)…..Since we cannot tell you how sex life….so…that’s the only sentence we can say to you….

Actually, we want to make you part of us…naughty, a bit bad, etc..so please…not hurt feeling lah….

Being jomblo or being married is a choice…and is totally on your hand….once again we just to make you part of the conversation…….
(Ika’s comment)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M