keong mas

February 6, 2006

Surat 1

Filed under: Lintang Layang

Assalamu alaikum Wr Wb,

Pak Woyo, selama ini saya membaca tulisan bapak di Oase Iman di Era Muslim. Dan setiap usai membaca pastilah saya merasa terharu tetapi terlebih itu tulisan bapak betul - betul membuat saya turut mensyukuri dan merasakan kebesaran Allah.

Karena tak semua orang mengalami atau memiliki kesadaran untuk meresapi besarnya nikmat yang telah dikaruniakan oleh Sang Khalik.

Dari kesemua cerita yang dipaparkan oleh pak Woyo, atau cerita lain di Oase Iman, mengesankan tetapi saya selalu lupa untuk menyimpan, mungkin tidak dalam bentuk lengkapnya, atau menyingkatnya dalam bentuk ringkas, agar kesannya menetap.

Rupanya kekaguman saya baru sampai membaca tanpa merasa perlu untuk menyimpan dan membaginya dengan orang lain lagi. Tetapi sampai saya baca artikel yang tertulis pada 1 Februari, berkisah tentang bagaimana menaklukkan hawa nafsu, mengencangkan ibadah yang berupa qiyamul lail yang memudahkan datangnya pertolongan Allah.

Mungkin kunci, mengapa saya tak berkembang, merasa statis, malas, adalah karena saya tak merawat potensi yang telah diberikan Allah tak bersyukur dengan menggiatkan ibadah padahal telah beroleh nikmat waktu luang dan kesehatan.

Ah, saya banyak sudah berkomentar, pastinya, terima kasih untuk cerita yang menginspirasi dan menyadarkan. Moga hari - hari yang dilalui pak Woyo manfaat buat diri pribadi dan orang lain. Dan hidayah serta karunia Allah moga ditetapkan senantiasa pada hamba-hamba-Nya, yang mengingat-Nya, mengandalkan-Nya walau terkadang dalam kondisi keimanan yang tipis dan rentan.

Wassalamu alaikum Wr Wb,

Surat

Filed under: Lintang Layang

Aku selalu tertarik dengan kegiatan menulis surat, sewaktu pelajaran menulis surat di sekolah. Aku membayangkan kalau satu hari aku akan menerima sepucuk surat dari pak pos yang mengantar surat dengan kendaraan setianya, sepeda dan bunyi belnya berdering - dering membuat aku menyambutnya dengan semangat di pintu rumah.

Tapi, nyatanya aku gak pernah punya kegiatan koresponden, selain mengirim kartu ucapan Idul Fitri ketika bersekolah di SMP. Dan memang betul, kalau pak pos akhirnya menyambangi rumahku, mengantar kartu yang sama dari teman - temanku. Tapi, bener kebahagiaan menenrima sepucuk kartu itu,…

Karena hasrat yang tak tersalurkan itu, sekarang kalau menulis surat, walaupun itu e-mail, bahasaku pasti panjang-panjang. Hingga bosku kerap mengingatkan agar aku berucap singkat dan padat saja.

Yah, akunya bandel, abis takut gak sopan, kalau ngomongnya cuma pendek - pendek, gitu (bela ku)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M