Beautiful Wish
“Oke jam brapa datang ?” tanya Oshie setelah aku kabarkan undangan walimah Varida. “Aku datang pas akad sih, kan, ada doanya tuhh. Mana tahu nyusul gak lama lagi, hehehehe, “ jawabku. Keesokannya kita mang datang sesuai jam perjanjian. Oshie duluan, sementara aku beberapa jenak sebelum acara dimulai. Mempelai pria mantap mengucap ijab kabul. Spontan hadirin mendoakan pengantin “Barakallahu,……”
Setitik airmataku turun menyaksikan kebahagiaan temanku. Berikutnya acara sudah tertata sesuai plot MC. Aku dan Oshie senyum melihat kebahagiaan Varida dan membanding dengan nasib kami. Di sela-sela percakapan, Oshie dan aku bergantian cerita soal ikhtiar mencari pasangan. “Hahahaha….,” maksudnya menceritakan sudah dapat kenalan yang seperti apa dan bagaimana jalannya,..
Satu dua muncul kalimat desperate “Yah, gimana nih kita dah makin tambah umur aja,..?” keluh Oshie. Yah mo gimana lagi, usaha kan jalan terus, tapi namanya belum berjodoh. Gantian aku dan Oshie berkomentar yang menghibur dan menawarkan kondisi kita. Kompak, karena lagi punya masalah yg sama kali yaa.
(
“Tapi, kayaknya memang ada hikmahnya,” sambungku. “Nih, misalnya kita menarik diri kita di dua atau tiga tahun terakhir ini ke belakang. Trus membayangkan kita sudah jadi pasangan resmi seseorang. Apa iya kita bisa sampai di titik ini?” retorisku muncul. “Maksudnya?” tanya Oshie. “Misalnya kita sudah berpasangan, terus kita pingin kerja, maka yang memutuskan gak bisa kita sendiri karena harus meminta pertimbangan seseorang, ya pasangan kita itu. Terus mungkin gak? akan semulus kalau kita memutuskan sendiri. Dan Alloh Maha Tahu kemampuan dan kekuatan hambaNya,” jelasku. Oshie mengangguk-angguk.
“Yah, mungkin juga, belum berjodohnya kita itu, makin menguatkan doa dan harapan, bahwa Alloh akan memberikan yang terbaik dan layak untuk kita. Jadi kita gak berhenti berdoa dan berharap,” tambahku lagi. Oooh, betapa sejuknya dan spontan berkurang kegundahan hati saat mengingat nasihat dari seorang temanku itu. Oshie mengangguk-anguk lagi, ”bagus banget, tumben??” ujarnya sangsi.
Resepsi dimulai, sang pengantin diantar ke pelaminan oleh kedua orangtua mereka. Musik nasyid mengalun syahdu, mengiringi ucapan selamat yang datang dari para undangan. Aku dan Oshie juga beranjak memberi ucapan selamat. Sekali lagi hatiku tergerak haru yang berbias di mata dan wajahku. Bibirku beku, tanpa panjang kata hanya berucap selamat, tenggorokan kian tercekat. Pengantin wanita tersenyum, “terima kasih,” ucapnya. Sang Bunda mendoakan agar kami cepat menyusul. Amin.
Waktunya mengicip jamuan seraya menunggu teman-teman kami berdatangan. Berganti-ganti kemudian datang Iin sambil menggendong putrinya. Menyusul Frida, Mbie, Yuli, Riyana, Marini dn terakhir Vivi. Bagi yang berpasangan dan keluarga sudah ditunggu acara serupa di tempat lain. Tapi bagi kami kebetulan yang masih single masih akan lanjut dengan windows shopping ke KJI Plaza Kramat Jati. Jadilah sepanjang jalan dan di dalam KJI kami justru mengulang percakapan aku dan Oshie.
“Eh, gimana kalo kita kayak di film 30 hari mencari cinta? Dari sekarang kita giat cari kenalan trus penjajakan dan masing-masing kasih laporan,” seseorang melontarkan ide gak waras. “Halah, halah, jangan yang 30 hari. Yang tahunan aja gak dapat,” sahut seorang teman. “hahahahahaha,…” kompak terdengan suara tawa. “Iya, ya malah bikin stress, ntar,..” timpal temanku yang lain.
Kita pisah saat waktu menjelang ashar. Paling nggak, yang jauh jadi datang. Yang gak ketemu bisa ketemu dan tukeran kabar.
“Biar gak berhenti berharap dan berdoa pada Alloh,” nasihat itu mengiang-ngiang.
Ya, Alloh maafkan hamba yang tak pandai bersyukur. Yang menunggu janji tapi alpa menghitung nikmat tak berhingga dari Mu.
“Syukurku atas nikmat yang kau beri. Iman, Islam kecukupan rejeki, kesehatan, kemudahan, kemauan, kemampuan, pertolongan dan banyak lagi yang manusia tak akan sanggup menghitungnya.
Ampuni hamba dalam khilaf yang berulang, kesempitan fikir, kelemahan hati, yang mengerdilkan jiwa dan membuat hamba lalai dalam bersyukur.
Hamba meminta dan mengharapkan seseorang yang akan menjai pemimpin diri, tambatan hati, labuhan kalbu dan penyejuk jiwa dan raga. Robb, padamu doa dipanjatkan, harap disemaikan dan terbaik dalam pandangan Mu dinantikan. Amiin
