keong mas

August 15, 2008

Beautiful Wish

Filed under: Personal

“Oke jam brapa datang ?” tanya Oshie setelah aku kabarkan undangan walimah Varida. “Aku datang pas akad sih, kan, ada doanya tuhh. Mana tahu nyusul gak lama lagi, hehehehe, “ jawabku. Keesokannya kita mang datang sesuai jam perjanjian. Oshie duluan, sementara aku beberapa jenak sebelum acara dimulai. Mempelai pria mantap mengucap ijab kabul. Spontan hadirin mendoakan pengantin “Barakallahu,……” :)

Setitik airmataku turun menyaksikan kebahagiaan temanku. Berikutnya acara sudah tertata sesuai plot MC. Aku dan Oshie senyum melihat kebahagiaan Varida dan membanding dengan nasib kami. Di sela-sela percakapan, Oshie dan aku bergantian cerita soal ikhtiar mencari pasangan. “Hahahaha….,” maksudnya menceritakan sudah dapat kenalan yang seperti apa dan bagaimana jalannya,..

Satu dua muncul kalimat desperate “Yah, gimana nih kita dah makin tambah umur aja,..?” keluh Oshie. Yah mo gimana lagi, usaha kan jalan terus, tapi namanya belum berjodoh. Gantian aku dan Oshie berkomentar yang menghibur dan menawarkan kondisi kita. Kompak, karena lagi punya masalah yg sama kali yaa. :( (

“Tapi, kayaknya memang ada hikmahnya,” sambungku. “Nih, misalnya kita menarik diri kita di dua atau tiga tahun terakhir ini ke belakang. Trus membayangkan kita sudah jadi pasangan resmi seseorang. Apa iya kita bisa sampai di titik ini?” retorisku muncul. “Maksudnya?” tanya Oshie. “Misalnya kita sudah berpasangan, terus kita pingin kerja, maka yang memutuskan gak bisa kita sendiri karena harus meminta pertimbangan seseorang, ya pasangan kita itu. Terus mungkin gak? akan semulus kalau kita memutuskan sendiri. Dan Alloh Maha Tahu kemampuan dan kekuatan hambaNya,” jelasku. Oshie mengangguk-angguk.

“Yah, mungkin juga, belum berjodohnya kita itu, makin menguatkan doa dan harapan, bahwa Alloh akan memberikan yang terbaik dan layak untuk kita. Jadi kita gak berhenti berdoa dan berharap,” tambahku lagi. Oooh, betapa sejuknya dan spontan berkurang kegundahan hati saat mengingat nasihat dari seorang temanku itu. Oshie mengangguk-anguk lagi, ”bagus banget, tumben??” ujarnya sangsi.

Resepsi dimulai, sang pengantin diantar ke pelaminan oleh kedua orangtua mereka. Musik nasyid mengalun syahdu, mengiringi ucapan selamat yang datang dari para undangan. Aku dan Oshie juga beranjak memberi ucapan selamat. Sekali lagi hatiku tergerak haru yang berbias di mata dan wajahku. Bibirku beku, tanpa panjang kata hanya berucap selamat, tenggorokan kian tercekat. Pengantin wanita tersenyum, “terima kasih,” ucapnya. Sang Bunda mendoakan agar kami cepat menyusul. Amin.

Waktunya mengicip jamuan seraya menunggu teman-teman kami berdatangan. Berganti-ganti kemudian datang Iin sambil menggendong putrinya. Menyusul Frida, Mbie, Yuli, Riyana, Marini dn terakhir Vivi. Bagi yang berpasangan dan keluarga sudah ditunggu acara serupa di tempat lain. Tapi bagi kami kebetulan yang masih single masih akan lanjut dengan windows shopping ke KJI Plaza Kramat Jati. Jadilah sepanjang jalan dan di dalam KJI kami justru mengulang percakapan aku dan Oshie.

“Eh, gimana kalo kita kayak di film 30 hari mencari cinta? Dari sekarang kita giat cari kenalan trus penjajakan dan masing-masing kasih laporan,” seseorang melontarkan ide gak waras. “Halah, halah, jangan yang 30 hari. Yang tahunan aja gak dapat,” sahut seorang teman. “hahahahahaha,…” kompak terdengan suara tawa. “Iya, ya malah bikin stress, ntar,..” timpal temanku yang lain.

Kita pisah saat waktu menjelang ashar. Paling nggak, yang jauh jadi datang. Yang gak ketemu bisa ketemu dan tukeran kabar.

“Biar gak berhenti berharap dan berdoa pada Alloh,” nasihat itu mengiang-ngiang.
Ya, Alloh maafkan hamba yang tak pandai bersyukur. Yang menunggu janji tapi alpa menghitung nikmat tak berhingga dari Mu.

“Syukurku atas nikmat yang kau beri. Iman, Islam kecukupan rejeki, kesehatan, kemudahan, kemauan, kemampuan, pertolongan dan banyak lagi yang manusia tak akan sanggup menghitungnya.

Ampuni hamba dalam khilaf yang berulang, kesempitan fikir, kelemahan hati, yang mengerdilkan jiwa dan membuat hamba lalai dalam bersyukur.

Hamba meminta dan mengharapkan seseorang yang akan menjai pemimpin diri, tambatan hati, labuhan kalbu dan penyejuk jiwa dan raga. Robb, padamu doa dipanjatkan, harap disemaikan dan terbaik dalam pandangan Mu dinantikan. Amiin :)

Mau Liburan

Filed under: kerja

Asyik nihh:) sudah Jum’at, Besuk libur,…ke Pasar Baru, hari Minggu masih libur. Pasti rame lihat 17 an,… masih kayak dulu gak yaa,.. banyak lomba.

Kalo capek nonton atw ketawa karena hari Sabtu, masih dibonus libur hari seninnya. Mang enak,…masuk lagi Selasa,. Tapi dah ditunggu kerjaan. Mungkin gak ya,.. bonus turun minggu depan,….??? tapi siap2 libur lagi, nyicil cuti nihh. Tagl 28 - 29, Hmmhhh asik kan???….

August 14, 2008

Komplain

Filed under: Personal

Aaahh, knapa post yang barusan gak bisa masuk :( . Aku kan mau kabarin nikahan teman aq. Udah gitu mo pajang foto aq dan teman2. huhuhuhuuu……..

Ayo, dunk, blogsome, ops,… dunk….Yah, cepetan lhu !!!! :)

July 29, 2008

Tanggung Tampang tapi Manis

Filed under: Personal

(sugesti pantulan kaca)
Yang cakep, menurut satu kaca belum tentu cakep buat cermin yang lain. Gimana caranya menjamin semua cermin memantulkan kecakepan tampang ini?

Siang itu aku bersiap untuk pergi ke undangan walimah temanku. Aku berhias dengan membubuhkan bedak ke seputar raut wajah., kurapihkan letak kerudung, sematkan bros yang mempermanis penampilanku yang sudah manis. Hihihiiihi,….”Kayaknya dah ok, deh!! Baju, bawahan, kerudung matching banget. Ok, deh siap jalan”. Aku raih tiga gelang keroncong perak yang menambah aksiku hari ini. ”Kayaknya mang dah ok, kok, berangkat,” seru hatiku. Aku berputar di depan cermin kesayangan, sekedar meyakinkan kalau penampilanku memang sudah maksi.

Lokasi walimah yang terletak di Senayan, mengharuskan aku memilih untuk menumpang bus 46 dari Cawang Atas dan turun Farmasi Senayan. Kemudian lanjut ojek ke arah Menpora sebelah TVRI. Yak, manis, rute itu tertata rapi di kepalaku. Hmmhh, senyum menyungging, wah keren deh. Di sana ntar ketemu temen-temen kampus plus Nisa, rekan kantorku yang memilih untuk ketemu di sana.

Tiba di lokasi, undangan sudah meruyak, menjelajah semua sudut ruangan. Aku berjejalan sebentar ke arah pelaminan. Sampai juga, di depan orang tua pengantin, bersalaman, ke pengantin pria, menyalami jarak sedang dan tiba di hadapan pengantin putri aku petemukan pipiku dengan pipinya, sambil berucap”Selamat yaa, doain cepet nyusul dunk,” pintaku. Pengantin wanita tersenyum mengangguk,”Iya, cepet yaa…. amin,” jawabnya.

Semua gubuk dan meja prasmanan terlihat dipenuhi orang. Aku melongok ke arah papan nama gubuk, sate ayam, soto betawi, es doger, es puter, siomay, aneka pasta, cendol, soto padang. “Aha, spaghetti aja deh, “ajak perutku. Aku mendekat ke gubuk pasta yang tidak terlalu padat. Dan, sebentar kemudian, seporsi kecil sphagetti plus makaroni panggang sudah bisa kuicip. Saat mengunyah penganan itu, seseorang memanggilku,”Hei,…,” jawabku atas sapanya. “Komenk, … apa kabar?” tanyaku. Kami bertukar kata sejenak. Ia berpamitan sebentar untuk mengambil santapan, sementara aku juga berniat menejelajah ke sudut lainnya.

Di dekat stand buah, tak sengaja aku bertemu beberapa wajah yang tak asing untuk tiga tahun lalu. Terbayang, gimana repotnya harus berkuliah dan mengerjakan tugas di tiga tahun silam. Kami “berhaha hihi” cukup lama, sampai panggilan MC meneriakkan nama almamater kami. “Bagi rekan-rekan mempelai asal IISIP, dipersilahkan mengambil tempat di panggung untuk berfoto dengan pengantin,” tegas MC. Spontan, semua yang merasa pernah bersentuhan dengan almamater di Lenteng Agung itu berlarian kecil ke arah panggung pelaminan. Mataku bersirobok dengan mata teman yang belum sempat tersapa. “Hei,.. hei,…hei,..” tawa kami terdengar saling meningkahi. Di atas panggung, kami berpose beberapa shoot. Bersalaman dengan pengantin, dan berlarian turun dari pelaminan.

Dari beberapa juru foto gak resmi karena hanya menggunakan kamera handphone. Dan mereka itu beberapanya adalah pasangan teman-temanku, kami mendapati aksi kami barusan. “What,…kok gaya gw gak ok sih,..” keluh temanku. “Ah, mang dari dulu situ gak ok, kan ?” canda temanku menimpali. “Hahahahihihi…..,” terdengar bersahutan. “wah, iya nih,, gayaku juga gak maksi, nih,” sela ku.

Padahal kayaknya jalan dari rumah dah keren dehh, kok ak u jadi gak keruan, mata gak fokus, senyum gak menawan,.. halah,.. halah,…

Wah ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya. Waktu jalan tadi sebentar sudah aku cek penampilanku di muka kaca kesayangan aku, milik aku, di rumah aku. “Di kaca sendiri dah bagus deh,” ingatku. Kok, di kamera ini aku gak sebagus tadi waktu jalan. Aku melayangkan ingatan lagi, Hhhhmmmhhh, kapan itu juga di kaca rumah dah ok, di cermin kantor penampilanku juga baik, misalnya sebelum meeting, kadang aku sempatkan berkaca sejenak. Tapi waktu tiba di tempat meeting ke klien, numpang toilet, di kaca mereka kok kurang ok, juga yaa,..

Apakah, cermin hanya di rumah aku dan kantor saja yang maksi buat aku. Lama-lama cerita cermin di rumah dah kayak cermin ajaib milik ratu yang musuhnya snow white. “Mirorr, mirror in the world, tell me who’s beauty one in the world ? trus cerminnya nyahutin, si snow white yang paling cantik. Bikin ngiri si ratu trus niat ngejahatin snow white.

Apa karena kita sudah kadung akrab sama kaca rumah dan kantor, maka mereka cs banget kalo mantulin bayangan diri ini. Tapi kalo penampilan bagus dilihat dari pantulan, sadar gak sih,.. suka bikin garis bibir tertarik ke samping dan sebentuk senyum muncul di sana. Terang aja, efeknya bertambah manis tuhh, pantulan wajah yang menyembul di cermin tadi. Eheeemmm,…

Lantas terfikir, gimana bikin semua kaca yang aku pasang tampang di depannya, bisa memantulkan objektivitas wajah. Oh, ya apa wajah aja yang dipoles, alias “ketok magic” atau dirawat. Kalo gak bisa tampil menawan lantaran hidung gak bangir, alis gak seperti semut beriring, atau punya dagu yang kayak lebah menggantung, mata bak bintang kejora, pipi bersemu merah, bibir merah delima sigar jambe, berleher jenjang, berbetis bunting padi, rambut laksana mayang terurai. Stop,.. stop,…. itu standar kecantikan putri raja kali yaa,…and zaman dulu,…

Maksudnya, mungkin bisa disiasati dengan rajin cuci muka, rajin mandi buat pekerja yang pulang malam yang kadang enggan mandi sore. Yang berdalih biar gak gampang rematik, tuanya. Ke salon sebulan sekali untuk bilas wajah (facial) atau luluran. Sekedar membentuk fisik yang bersih dan sehat. Mana tahu, aura kesehatan dari dalam mencipta energi jelita dari dalam. (inner beauty). Rajin berlatih pose dan senyum yang oks di depan cermin. Tapi kebutuhan senyum itu, bukan cuma biar enak depan kamera, tapi biar ok juga di depan orang-oarang, baik teman atau klien.

Kalo gitu, dah gak pake jaminan kaca rumah aja yang komentar ok terhadap penampilan kita. Tapi semua kaca yang kita numpang nampang bentar pasti teriak kalo kita itu yang kata kaca adalah “makhluk tanggung tampang, tapi manis, ramah, dan mau nyapa orang lain, jadi dapat toleransi besar dehh kalo ‘diperhatiin orang lain’……..”

Gak pernah ada yang salah dari sang Rahman dan Rahim saat mencipta kita. Hanya jika kita mendapati tampang kita gak seideal bintang film atau model. Atau membanding dengan standar manusia yang gak sempurna itu. Karena Alloh itu indah, maka merawat diri itu bagian dari menjaga keindahan yang Alloh titipkan dalam kesempurnaan ciptaan-Nya di dalan diri kita.
(Di salon, usai kondangan, setelah melihat foto yang kurang ok itu, hahahahahaha)

May 22, 2008

Kebat Kebit

Filed under: Personal

Tanggal 20 Mei 2008 jadi catatan sejarah yang unik. Berjarak seabad ke belakang ada Budi Utomo yang menoreshkan babakan baru buat Indonesia kala itu. Kebangkitan nasional. maunya banyak pihak menmperingati seabad ini dengan pencapaian berarti,… tapi nggak tahunya ???

Peringatan 100 thun ini gegap gempita dengan banyak suara. Ada yg positif, yg hrs mengisinya serta merenungi apa saja yang sudah dibuat. Ada yg pesimis karena bangsa kita justru lebih terpuruk. Apalagi dengan adanya isyu akan kenaikan BBm benar-benar memukul masayarakat di margin tengah dan bawah.

Demo dan aksi jadi pemandangan umum pada 20 Mei kemarin, padahal bersamaan dengan perayaan Waisak di Borobudur. Uhm,,..

Di kantor ada TV tapi gak disetel berita, ada internet tapi gak akses situs berita. Akibatnya aku bener2 ketinggalan brita. Untung ada tmen yg kasih pinjam HP u/ denger Elshinta. Ternyata pendemo banyak dan mengarah jalan ke Istana. Rusuh.

Malamnya baru bisa sempet simak brita, wah gawaat juga yaa,.. ternyata di semua daerah berlangsung demo dan happening art yang intinya menolak kenaikan BBM. Jika ditilik dari kepentingan warga memang kebijakan ini akan membuat kondisi bertambah minus.

Ehm, smua panik, semua teruburu-buru, kondisi tak bisa diprediksi. Apa mungkin peristiwa 97 atau 98 dapat berulang ??

February 14, 2007

Musibah & Senang

Filed under: Personal

Dlm 3 bulan dari last posting, beberapa hal yg signifikan terjadi. Utamanya kepindahan kerja aku. Bulan Desember cukup menyita banyak energi. Mengatur gimana kepindahan kerja bisa diakukan secepat mungkin. Biasalah, masalah abis kontrak (kasian kann?). harus cari pos/base baru, kerasa banget hrsnya aku dah capek estafet kerjaan gini, tapi ya gimana lagi ??

Alhamdulillah-nya, gak butuh waktu lama untuk cepet nyari kerja baru. Apply via i-net trus proses, krg lebih 1 minggu. So, here i am, in my new office. Cukup nyaman dengan temen baru dan tanggung jawab baru. Cuma, ya itu butuh usaha dan waktu untuk adaptasi. tapi, secara semuanya, it’s lovely place. Great, Syukur, dehh.

Hilang kerjaan sempet bikin stress & aku ngangepnya itu musibah. tapi penemuanku ke tempat kerja ini, ouh, aku anggap satu kesenangan. Bener2 kejutan hidup berikut warna-warninya.

Tapi kbr terbaru jakarta, kemarin Jum’at 2 Februari, Jakarta dilanda banjir. Beberapa menyebut ini adalah banjir siklus 5 tahunan, mengulang keparahan yang terjadi di 2002. Parah, krn beberapa jaringan terputus termasuk listrik, PAM dan komunikasi seluler. Ngenes & ngilu wkt liat banjir dgn sisanya, di belakang Budi Asih (Tg. sanyang), Cawang Atas dan Kp. Melayu.

Mudah-mudahan gak ada lagi kabar duka, tapi andaikan manusia bisa bersobat dgn alam dan berlaku bijak.

November 1, 2006

Happy Idul Fitri

Filed under: Personal

Aktivitas rutin usai Ramadhan adalah sambut lebaran dan rayakan Idul Fitri dengan keluarga, kerabat, tetangga dan teman-teman pastinya.

Selain silaturahmi tatap muka, berjabatan tangan dan kunjung mengunjungi, punya cara lain gak untuk meminta maaf di hari Lebaran. Jaman aku SMP n SMA masih berlaku tuuh, kirim-kiriman kartu. Jadi jelang akhir ramadhan kita pasti ke toko buku untuk cari-cari kartu lebaran yang lucu n imut. Tradisi berkirim kartu agaknya dah berkurang ya, tergantikan dengan melayangkan SMS atau email.

SMS mungkin bisa dilakukan seketika hari raya, tapi buat mereka yang ngandelin warnet kantor, agak nunggu dulu untuk bisa ngecek emailnya, he… he… (aku sih gitu). Aku kurang pro aktif di lebaran kali ini. Aku minta maaf sekali, karana mengutamakan membalas SMS ketimbang mengirimkan SMS maaf pertama (duluan) ke teman-teman dan famili aku, utamanya yang sebaya sih.

Tapi SMS nya kadang bagus dan agak nyastra, aku yang pusing ngebalikinnya. Maksudnya juga mau bersopan-sopan kata. Yah. Esensinya sih meski gak bisa ngarang kata-kata yang bagus, yang jelas maksudnya sampai.

Bermaafan di hari raya, dan berharap mendapat Ramadhan lagi di masa – masa berikutnya. Selamat Idul Fitri 1427 H, Minal Aidzin wal Faidzin. Taqobalallahu minna wa minkum, Syimana wa syimakum. (mohon dimaafkan jika terdapat kesalahan penulisan, keterbatasan penulis semata, harap maklum).

”Luruhkan salahku dengan maafmu. Agar putih hati kita dengan tempaan ramadhan dan tebaran maaf di Idul Fitri 1427 H”.
(Anie)

September 19, 2006

Filed under: Personal

Tugas Ke Bali

Pertama dapat kabar kalau bakal ada tugas ke luar kota, aku berharap. Tetapi sampai 2 minggu sebelum keberangkatan, nama-nama yang bakal pergi masih belum diumumin bos.

Tadinya aku gak berharap, lantaran aku memang bukan di postkan untuk di tugaskan ke Bali. Tapi karena ada satu dan beberapa hal satu temanku yang harusnya ke Bali batal, dan akulah yang menggantikannya,.. cihui,..

Bayangan sebelum jalan, aku gak bakal kerepotan banget dengan tugas liputan luar kota ini dan masih tersisa banyak waktu untuk jalan-jalan dan belanja. Pertama cari tahu dulu tentang Bali, dan tempat – tempat yang mungkin gak jauh dari penginapan dan bisa dikunjungi. Lupa, kalau yang terpenting adalah bekal data sebelum liputan. Akibatnya, rusuh sampai sana (6 sept malam), dan gak bisa baca medan dan situasinya.

Banyak banget nasib baik ketika aku di Bali, karena tugas liputan acara RCD tgl 13 Sept belum ada data-datanya. Aku mesti menghubungi panitia di Udayana yang lumayan jauh dan terukur mahal dengan argo taksi dari Nusa Dua. Untungnya, di Acara Anti Aging ada praktisi kesehatan Udayana yang bisa dijadikan penghubung ke panitia acara RCD. Beruntung ada Dian, panitia yang mengenalkan aku ke dokter Wiraguna, panitia lokal RCD.

Lanjutnya, berhubungan dengan beliau, minta di fax-in surat dari Jakrta, dah dapat izin liputan deh. Sisa hari udah tinggal ngerjain tugas dan balik ke Jakarta tgl 15 sore. Rampung, besok lagi aku ingat bekal utama, liputan luar kota adalah persiapan data dan energi untuk hal-hal yang gak diperhitungkan sebelum jalan.

June 16, 2006

Layang Saking Yogya

Filed under: Lintang Layang

partin nani
menulis:
Kemang, 30 Mei 2006,
Assalamu alaikum Wr Wb,

Usai gempa yang menimpa Yogya dan kabar keselamatan keluarga mbak Niken, aku turut bersyukur. Aku turut prihatin, semoga mereka yang sekarang menginap di tenda dan penampungan darurat segera mendapatkan pertolongan dan bantuan.

Aku kemarin kuatir setelah tiga sms tengah malam dari mbak Niken ttg gempa susulan yang datang dini hari. Terus smsku paginya belum terjawab, tapi smsmu kemarin udah bikin lega, kalo keberadaan mu dan teman-teman bisa ikut membantu korban gempa (piket).

Pasti listrik masih mati, kehabisan pulsa dan batere, trus jadi antri nge-charge batterai ya? Anak - anak gimana ? Apa tetep di rumah tapi di halaman aja, was-was kalau ada gempa lagi.

Mudah-mudahan waktu mba Niken baca surat ini, semuanya udah berangsur normal. Yah, kepada Allah semua kembali kita serahkan. Moga keselamatan senantiasa dicurahkan pada keluarga besarmu dan warga Yogya.

Wassalam,
Ani

Email balasan
Tegalrejo, 15 juni 2006

Nik, assalamualaikum wr wb,

kemaren merapi uda turun statusnya tp sekarang awas lagi, wedus gembelnya tetep masih besar. Gempa susulan masih, tapi kita2 udah merasa biasa, seperti jadi hal yg biasa ngkali ya.

Piket udah enggak, kemaren pas disuruh piket itu, aq mengeluh, abis jamnya sore sampe malem, berat harus ninggalin anak2,gempanya masih khan, nik. Suamiku byk dilokasi gempa, krn memang tugasnya begitu. Tp pas udah dilokasinya, aq malah merasa brsyukur bs ikut bantu (wlw cuma sedikit), mengingat aq msh dikasih hidup, msh bs nambah sangu utk di yaumil akhir, aq jadi menyesal (tadinya mengeluh). Mudah2an Allah mau maafin aq, nik.

Gempa yg kemaren itu seperti menampar aq. U tau khan nik, selama ini aq bisanya cuma mikirin diri sendiri.enggak seperti u yg mau susah2 mikirin org lain,mau ikut baksos (misalnya), nik.
Pasca gempa ada tawaran ke aq, dr temenku, “mau ikut bantu2 gak?”,ya aq mau aja,tp aq blom bs kayak u, bs mengorbankan waktu utk umat. Msh berat ninggalin anak2. Pengen nanti suatu saat aq bs berbagi waktu utk umat. Aq br bs berkorban harta, itupun aq msh blom seberapa dibanding harta yg uda Allah kasih selama ini ke aq. (anak2 yg sehat, suami yg baik, org tua yg msh lengkap, sahabat2 yg setia. Allah ga pernah nyusahin aq.) Semua itu hartaku khan nik? Nik.
Doain ya, mudah2an aq bs lebih baik (dimata Allah).

Wassalamualaikum wr wb
Niken

Pada tanggal 6/14/06, partin nani menulis:

Ke Mas Bahtiar,

Gimana kabarnya pasca gempa Yogya ? Gak kena apa - apa toh ?
Alhamdulillah kalo begitu adanya. Apa semua denyut Yogya sudah membaik, kan?

Mas Bahtiar terima kasih dah mampir lagi ke blog aku !! kemarin itu bikinnya semangat tapi minim tutorial n skill. Gak seru aja kalo blm bisa tempelin foto or create tulisan lagi. Tapi makasih, krn dah nyemangatin aku lagi.

Wah, malah bisa minta bantu kalo ada yang perlu ditanya u/ blog ? Masnya available kan ?? Tapi kadang aku blogwalking lho ke mas Tiar meski gak ninggalin jejak (koment) !!

Yo, wis, trims lagi dan moga Yogya beserta penghuninya dan perangkatnya cepat pulih seperti sedia kala !!

Wassalam,
Ani

Email Balasan

Kabar dari Yogya,
alhamdulillah Jogja udah pulih sosial dan ekonominya … yang jual nasi sekarang jual lagi … yang bikin krupuk saiki gawe krupuk meneh … yang loper koran saiki loper lagi … cuman rumah rubuh belum dibangun lagi karena nunggu gempa susulan abis … :)

Urusan saling bantu, Iya semua saling bantu … :)

Bahtiar

June 14, 2006

Godaan Jojoba

Filed under: Personal

Sejak mulai kerja di akhir 97, aku tuh berasa kalau dengan posisi single, banyak dimintakan tolong (kalau gak boleh bilang dimanfaatin teman). Mulai dari bertukar shift, subtitusi libur sampai dimintakan izin dan permohonan pertolongan juga urusan pinjam doku. Ya, cuma karena masih single dan belum banyak urusan, dalih mereka.

Dan yang lebih personal buat seorang single pasti masalah pasangan. Di tiga tahun awal pekerjaan, gak terlalu jadi masalah. Tepis aja pertanyaan dan pernyataan mitra kerja kita itu dengan alasan masih studi, belum berpikir jauh dan berasa muda. Tapi di akumulasi tahun berikutnya rasanya jurus itu kurang begitu jitu.

Kalau bisa di set tentunya, sudah bekerja, rampung kuliah pastinya juga ingin ada pasangan yang tepat. Namun ternyata menemukan pasangan yang tepat perlu sejumlah evaluasi. Bukan bermaksud pasang kriteria, meski masing – masing orang yang sesimple apapun juga pasti memasang sedikit kriteria. Contohnya, seagama, sudah berpenghasilan, kepibadian dan kecenderungan yang sama (masalah visi n misi hidup, mungkin ya). Lepas itu relatif dan bisa di nego, contoh : suku, fisik, karakter, dll kali yaa!!

Kriteria simple tadi dimaksudkan, dalam upaya mencari kecocokkan untuk partner sejati, sekali seumur hidup, insya Allah, kan maunya !! Iyalah, gak ada orang berencana untuk bercerai dengan pasangannya kan ??

Oh, balik lagi ke masalah single, ditambah tahun berikutnya masalah pasangan lebih dari masalah personal tapi berkembang jadi masalah sensitif ! Wah, kayaknya gak bisa ngelihat teman lain duluan ngundang (ya, kan ?) jadi panas, protes, (nangis ; eh, nggak terlalu sih!). Marah, kalo coba dicomblangin dan kebetulan gak resep di hati. Kalau dah begini mau marah (salah), mau ngomong kasar (takut tulahnya), abis katanya kalo jadi cewek gak boleh kasar2 ntar bisa kualat!! Simalakama banget, mau nolak tapi gak boleh frontal caranya.

Tapi gak ada yang nyakitin (setahu aku) u/ ledekan “Jadi lo belum pernah apa-apain organ reproduksi elo, tuh, selain periode bulanan dan berkemih?” Wah, kalo dah gitu berat deh, nimpalinnya. Meski sebenarnya mereka (tmn2) mungkin maksudnya mengingatkan agar tak terlena, berlama - lama dengan posisi single ini. Jawabnya, mudah-mudahan bila kesampaian jodoh nanti, aku cukup maksimal dan puas dengan fungsi yang tepat dan halal kala itu memang harus digunakan. Kalau menikah itu Surga Dunia, dan pasangan adalah belahan jiwa, maka aku yakini untuk menggapai surga dunia itu bukan perkara mudah dan memerlukan kesabaran dan ketahanan mental tuk jelang kebahagiaan, ciee !!

(Ani)–

Frankly speaking, we are not trying to ask you to be in the good way…but..sometimes being naughty is important. As you are the one here, (we think) that never ‘have a taste’ dugem world….come on…we are trying to make seduction to your way of life…(huahahahahahah)…..Since we cannot tell you how sex life….so…that’s the only sentence we can say to you….

Actually, we want to make you part of us…naughty, a bit bad, etc..so please…not hurt feeling lah….

Being jomblo or being married is a choice…and is totally on your hand….once again we just to make you part of the conversation…….
(Ika’s comment)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M